Memutuskan untuk kembali bekerja setelah punya anak adalah keputusan dengan banyak pertimbangan. Bersyukurnya orang-orang terdekat disekitar mendukungku untuk kembali bekerja. Tak dipungkiri gusar, khawatir, bahkan overthinking yang selalu mengganggu hingga terkadang menjadi goyah.

Bukan perempuan jika tak punya mind math di pikirannya. Sebagai seorang ibu, usia dan masa bersama anak-anak menjadi satu diantara alasanku kembali bekerja selain tanda baktiku kepada Alm Bapak yang telah menyekolahkanku hingga sarjana.

Ternyata setelah kembali bekerja, aku dapat rezeki kehadiran anak keduaku, namun kali ini aku sudah berpengalaman yang setidaknya meminimalisir potensi baby blues ku.

Tak hanya disitu saja, belajar tentang bagaimana mengelolah waktu, maklum sebagai ibu asi aku harus pandai-pandai mensiasati waktu di 3 bulan pertama yang memang aku rasa cukup berat hingga untuk pertama kalinya berpikir untuk opname di rumah sakit sehari aja, untuk istirahat.

Tapi bersyukurnya Allah kasih kesehatanku tetap fit meskipun tak menyangkal kalau tubuhku lelah. 

Dengan segala tips dan trik dilalui agar semua tugas dan tanggung jawab di laksanakan dengan versi terbaikku, karena aku percaya aku tak akan mungkin jadi ibu yang sempurna, meskipun begitu kata berusaha di dalam diriku menjadi semangatku dalam berkarya dan mencintai keluargaku.

Agar urusan rumah tangga dan kerjaan dapat aku kerjakan sebaik-baiknya, berikut 3 cara mengelolah waktu versi aku.

  1. Buat daftar ceklis

Pikirku dulu bawa buku kemana itu aneh, lah sekarang aku memanfaatkan buku dan aplikasi memo di hp. 

Dari hal yang sederhana hingga tugas-tugas yang lumayan menyita waktupun aku tulis, deadline serta agenda harian karena aku percaya serangan mommy brain bisa saja menyerang kapan aja

  1. Tentuin Skala Prioritas

Sering banget salah kaprah dalam menentukan prioritas, bahkan menimbang mana yang harus didahulukan dan mana yang bisa ditunda saja masih jadi masalah. Namun ada sebuah matrik yang bisa membantu dalam menentukan prioritas tugas yaitu The Eisenhwer Matrix.

Matrix ini memilik 4 kuadran yang di setiap kuadran memiliki definisi yang jelas yaitu 

tugas yang akan dikerjakan dahulu (do), tugas yang akan dijadwalkan untuk nanti (schedule), tugas yang akan didelegasikan (delegasi), dan tugas yang akan dihapus (delete). 

Dengan matrix ini, bisa memilah mana yang bisa dilakukan dengan segera, harus di jadwalkan, bisa di delegasikan ke orang lain atau harus dihapus. Semua bisa disesuaikan dengan kondisi serta keadaan pada saat itu, jadi tidak ada yang mutlak harus dilakukan segera.

Untuk lebih mudah dalam mengatur prioritas bisa dengan menggunakan matrisx secara harian, mingguan dan bulanan, semua tergantung goals yang akan di capai.

  1. Kelola Stres

Hal yang paling mudah dalam mengelolah stres adalah tidur yang cukup. Pergunakan waktu tidur semaksimal mungkin, karena kurang tidur akan membuat kecemasan serta kelelahan emosional selain itu yang paling sering terjadi adalah kelelahan fisik, mudah lemas dan tidak bersemangat. 

Seorang ibu pekerja sekaligus ibu rumah tangga ini akan sangat berdampak dan menganggu rutinitas harian jika tidak di atur dengan baik jam tidurnya.

  1. Membuat boundaries dalam bekerja

Pernah merasa burn out ketika membawa pulang kerjaan kerumah hanya karena di kejar deadline dan gak enak menolak ditambah lagi kerjaan di rumah ikutan menumpuk, akibatnya kewarasanpun terombang ambing, gak boleh ada hal sumbang, langsung deh merembet ke semua lini. Duar …. 

dunia sedang tidak baik-baik saja.

Boundaries adalah batasan atau limit  yang menentukan apa yang dapat diterima atau tidak, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Tugas kita adalah mengendalikan diri sendiri.

Tidak semua hal bisa kita terima dan tidak semua hal bisa kita lakukan secara bersamaan. Dengan menetapkan batasan dengan tegas dan Konsisten, seorang ibu akan merasa lebih tenang, nyaman dan percaya diri, serta minim rasa kewalahan.

  1. Konsisten menerapkan gaya hidup sehat

Ada yang tak kalah penting dalam mengelolah waktu yaitu gaya hidup sehat. Jika seorang Ibu sehat maka segala tugas dan tanggung jawab dapat dikerjakan dengan baik.

Asupan nutrisi, makan tepat waktu, olahraga min 15 menit secara konsisten, minum vitamin D, kalsium dan penambah darah sangat membantu ibu untuk menjaga kesehatan.

Tak perlu menjadi ibu yang sempurna, menjadi ibu dengan versi terbaik akan jauh lebih bermakna. Anak belajar dengan melihat ketangguhan ibunya menjadi perempuan yang berkarya dengan tanpa meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. 

Hal yang terpenting dukungan orang sekitar menjadi semangat Ibu melakukan setiap tugas dan tanggung jawab. Selalu semangat untuk ibu yang berkarya sekaligus ibu rumah tangga. 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *